Sabtu, 31 Desember 2011

Obat Herbal Perut Kembung


Pada postingan kali ini rumah obat tradisional akan berbagi tentang obat herbal unutk mengatasi perut kembung.

Perut kembung merupakan ganguan pencernaan yang disebabkan oleh gas yang berkumpul di lambung atau usus sehingga perut terasa “begah” dan tidak nyaman . Gangguan ini dapat merupakan tanda atau gejala penyakit lain.


Perut kembung dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti radang lambung, sumbatan usus, proses pencernaan yang kurang sempurna, masuk angin, dan makan tergesa-gesa atau sambil bicara. Perut kembung dapat ditandai dengan gejala antara lain perut terasa penuh, ‘begah’, atau kencang. Kadang-kadang diikuti dengan mual, muntah-muntah, atau bersendawa.

Pencegahan dan perawatan yang dapat dilakukan yakni,
1.  Hindari untuk makan makanan yang banyak mengandung gas, seperti kol, buncis, nangka, minuman bersoda, atau permen karet.
2. Makan lebih perlahan serta minum minuman yang hangat.
3.  Setelah makan jangan langsung duduk. Cobalah berjalan sebentar agar gas tidak mengumpul di lambung dan usus.

Obat herbal yang dipakai unutk mengatasi perut kembung , antara lain sebagai berikut;

Resep 1 Obat Herbal  Untuk Perut Kembung
Bahan:
Kencur ............ 250 gr
Cengkih .......... 10 butir
Kapulaga ........ 7 butir
Sereh .............. 2 batang
Cara meramu:  
Cuci semua bahan, iris tipis-tipis kencur. Kemudian rebus semua bahan dengan 4 gelas air hingga tersisa sekitar 1,5 gelas. Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan dalam keadaan hangat 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

Resep 2 Obat Herbal Untuk Perut  Kembung
Bahan:
Temulawak ....................... 25 gr
Jahe .................................. 15 gr jahe
Kulit jeruk mandarin .......... 7 gr  kering
Gula aren secukupnya
Cara Meramu:
Cuci semua bahan, iris tipis-tipis temulawak dan jahe. Kemudian rebus semua bahan dengan 3 gelas air hingga tersisa sekitar 1,5 gelas. Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan dalam keadaan hangat 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

Bahan:
Kunyit  ....................20 gr
Jahe ......................... 10
Adas ......................... 1 sdt
Daun mint ................ 5 lembar
Cara Meramu:
Aturan Pakai:
Cuci semua bahan, iris tipis-tipis kunyit dan jahe. Kemudian rebus semua bahan dengan 3 gelas air hingga tersisa sekitar 1,5 gelas. Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan dalam keadaan hangat 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

Pilih salah satu resep berdasarkan ketersediaan bahan dan lakukan secara teratur.

Demikian tulisan kali ini, semoga bermanfaat bagi semuanya, dan bagi anda yang memrlukan bahan obat tradisional, obat herbal dapat berkunjung ke toko herbal keraton disini.


Tulisan diambil dari buku Ramuan Lengkap Herbal Taklukan Penyakit Karya Prof.Hembing Wijaya Kusuma.


Obat Tradisional Malaria

Obat tradisional malaria merupakan artikel yang akan diposting pada kesempatan kali  ini. Semoga informasi  ini berguna bagi Anda yang mencari resep penyembuhan malaria  dengan menggunakan ramuan alami.

Malaria merupakan salah satu penyakit parasit menular dan mewabah yang banyak diderita masyarakat di wilayah tropis tropis dan sub tropis, terutama di daerah rawa. Dalam kondisi parah, penyakit ini dapat menelan korban jiwa.

Sakit malaria ditularkan oleh nyamuk Anopheles , yaitu setelah menggigit orang yang sudah terserang sakit malaria kemudian menghisap/mengigit orang yang masih sehat.


Gejala dan tanda-tanda penderita malaria sangat khas, yaitu;
1.       serangan yang mendadak dingin (menggigil)
2.       Panas badan semakin naik
3.       Kepala terasa pening sekali terutama saat badan terasa panas
4.       Kadang kala disertai muntah-muntah
5.       Denyut nadi cepat
6.       Badan terasa pegal
7.       Banyak keluar keringat

Biasanya setelah keluar banyak keringat, panas menjadi turun. Penderita biasanya sangat pucat dan lemah karena parasit menyerang butir-butir darah merah. Limpa terasa agak besar, malah bagi orang yang sakitnya sudah lama (kronis) limpanya benar-benar besar.

Penderita sebaiknya berpantang untuk tidak dimandikan dulu, cukup dilap dengan air hangat, dan jangan sampai kehujanan. Jangan makan makanan yang pedas atau berbumbu yang merangsang, serta jangan minum minuman yang beralkohol. Makan makanan yang lunak dan jangan memijat bagian perut.

Obat tradisional malaria yang digunakan bisa menggunakan resep sebagai berikut:

Bahan:
Sambiloto ..................................... ½ genggam
Kulit batang pule ........................... 1 jari tangan
Temu hitam sebesar telur ayam ...... 1 biji
Cara meramu:
Cuci semua bahan, potong kecil-kecil temu hitam dan kulit batang pule. Rebus semua bahan dalam 4 gelas air hingga tersisa sekitar 3 gelas.Angkat dan saring.
Aturan Pakai:
Minum ramuan setelah makan selama 2 minggu berturut-turut dengan dosis sebagai berikut.
Anak umr 6 – 8 tahun, 3 kali, sehari masing-masing  ¼ gelas
Anak umur 9 – 12 tahun, 3 kali sehari, masing-masing 1/3 gelas
Dewasa, 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas

Bahan:
Batang brotowali ...................... 2 jari tangan
Temulawak sebesar telur itik ..... 1 biji
Kulit batang pule ....................... 2 jari tangan
Cara meramu:
Cuci semua bahan, potong kecil-kecil .Kemudian  rebus semua bahan dalam 4 gelas air hingga tersisa sekitar 3 gelas.Angkat dan saring.
Aturan Pakai:
 Minum ramuan setelah makan selama 2 minggu berturut-turut dengan dosis sebagai berikut.
Anak umr 6 – 8 tahun, 3 kali, sehari masing-masing  ¼ gelas
Anak umur 9 – 12 tahun, 3 kali sehari, masing-masing 1/3 gelas
Dewasa, 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas

Bahan:
Daun pepaya agak muda ..... 1 lembar
Meniran ............................... 3 batang
Temu hitam .......................... 1 biji
Lengkuas merah ................... 1 jari tangan
Cara meramu:
Cuci semua bahan, potong kecil-kecil daun pepaya serta meniran juga iris tipis temu hitam, lengkuas merah. Kemudian rebus semua bahan dengan 4 gelas air hingga tersisa sekitar 3 gelas. Angkat dan saring.
Aturan Pakai:
Minum ramuan setelah makan selama 2 minggu berturut-turut dengan dosis sebagai berikut.
Anak umr 6 – 8 tahun, 3 kali, sehari masing-masing  ¼ gelas
Anak umur 9 – 12 tahun, 3 kali sehari, masing-masing 1/3 gelas
Dewasa, 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas 

Demikian postingan yang “rumah obat tradisional” bisa bagi kali ini semoga memberi manfaat bagi yang membutuhkan.
Untuk malaria kronis bisa baca di postingan Obat Tradisional Malaria Kronis di sini.
Dan bagi Anda yang mencari obat tradisional, obat herbal alami bisa berkunjung ke sini.


Terima kasih untuk :
-          R. Broto Sudibyo Bsc, Ramuan Tradisional ala Eyang Broto
-          Prof.H.M. Hembing Wijaya Kusumah, Ramuan Lengkap Herbal Taklukan Penyakit


Kamis, 29 Desember 2011

Obat Tradisioanal Sariawan

Obat tradisional sariawan  yang akan dibagi pada postingan kali ini menggunakan herbal yang banyak ditemui di temui di pekarangan rumah, bahkan mudah dicari di pasar tradisional.
Sariawan pada mulut merupakan luka pada jaringan lunak di dalam mulut. Dapat terjadi pada lidah, langit-langit, tonsil, gusi, pipi bagian dalam, atau pada bibir. Biasanya berupa tukak kecil berbintik-bintik putih dengan tepi berwarna merah. Walaupun termasuk penyakit ringan dan mudah sembuh tetapi sariawan mempunyai kecendrungan berulang.

Sariawan mulut dapat disebabkan kekurangan zat gizi besi, vitamin B12, atau vitamin C. Dapat juga timbul karena lidah tergigit, alergi makanan tertentu, dan gangguan hormonal seperti ketika stres dan haid. Juga bisa terjadi karena perut kurang bersih karena sembelit (susah buang air besar).


Pencegahan dan perwatan yang dilakukan antara lain :
1.       Menjaga kebersihan mulut, cukup istirahat, dan menghindari stres.
2.       Konsumsi makanan yang lembut, sepeti bubur, buah dan sayuran segar, terutama yang banyakmengandung vitamin C.
3.       Hindari makanan yang pedas, panas, asin, keras, dan alkohol.

Obat tradisional  sariawan bisa mengunakan daun saga, daun sirih, asam jawa dan kunyit. Resep lengkapnya bisa dilihat dibawah ini, pilih sesuai dengan bahan yang mudah didapat.

Bahan :
Daun saga ......................... 1 sendok makan
Daun sirih setengah tua ..... 3 lembar
Kunyit ................................ sebesar telur ayam
Gula batu .......................... sebesar telur itik
Cara meramu:
Kunyit dikupas, dicuci dan diiris tipis. Setelah daun sirih, daun saga dicuci, masukan semuanya ke dalam 4 gelas air, dan rebus sampai tersisa sekitar 2 gelas. Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan 3 kali sehari, masing-masing 1/3 gelas. Sisa jamu bisa dipanaskan agar tidak basi.

Bahan :
Daun saga segar  .......... 20 gr
Kunyit ........................... 20 gr
Asam jawa tanpa biji ..... 20 gr
Gula aren ...................... secukupnya
Cara meramu :
Cici bersih semua bahan, iris tipis-tipis kunyit. Rebus semua bahan dengan 400 ccair hingga tersisa sekitar 200 cc. Angkat dan saring.
Aturan pakai :
Setelah dingin minum ramuan 2-3 kali sehari.

Pilih salah satu resep diatas dan lakukan secara teratur.
Demikian informasi yang rumah obat tradisional bisa bagi kali ini, semoga bermanfaat. Dan bagi Anda yang mencari bahan obat tradisional, obat herbal alami bisa berkunjung ke toko herbal keraton  di sini.


Terimakasih kepada :
 1. TRUBUS383/0KT 2001/Rubrik obat tradisional asuhan R.Broto Sudibyo
2. Ramuan Lengkap Herbal Taklukan Penyakit Karya Prof.H.M.Hembing Wijaya Kusuma


Broto Sudibyo, Sang Pengobat Tradisional Tiga Jaman

Dikalangan pengobat tradisional tanah air namanya sudah tak asing lagi. Harap maklum beliau seringkali memberikan pelatihan tanaman obat dari ujung Sumatra hingga Papua. Lembaga tempat Ia bekerja sejak 1978, RS Bethesda , memang mempunyai program pelayanan  kesehatan dengan membentuk kader kesehatan desa. Salah satu wujudnya , ya pelatihan tanaman obat.

Tak berlebihan jika Ia ditunjuk sebagai  kepala Bidang Pelayanan  ketika pemerintah membentuk Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (SP3T), kebetulan SP3T  Provinsi Yogyakarta dipusatkan di RS Bethesda. Sebelumnya, “Selama 5 tahun saya diminta menyebarluaskan pengobatan tradisional sebagai bentuk program rumah sakit tanpa dinding dan pelayanan kesehatan pedesaan,” tutur penghobi mancing laut ini.


Itulah R.Broto Sudibyo Bsc , yang sejak umur 10 tahun belajar tanaman obat, baru kemudian mengenyam pendidikan kesehatan ala barat. R.Broto Sudibyo di lahirkan di Yogyakarta pada tanggal 31 agustus 1920.Beliau menyelesaikan pendidikan dasar di H.I.SYogyakarta pada tahun 1934. Kemudian melanjutkan di Verpleger School (Sekolah Perawat) di Central by Zieken Zorg (Simpang Surabaya) dan lulus tahun 1939.

Pada tahun 1941 beliau magang kerja di pabrik farmasi J Van Gorkom, selanjutnya beliau melanjutkan studi kembali di Izi HookooKai tentang obat tradisional dan lulus pada tahun 1944.Lalu pada tahun 1955 beliau mendapatkan gelar sarjana muda di Sekolah Tinggi Ilmu Perawat.

Pengetahuan tanaman obat yang luas dan kemampuan meracik obat tradisional diperoleh di luar bangku sekoah. Yang pertama kali memperkenalkan tanaman obat kepada Broto kecil adalah sang kakek. Mungkin bagai air cucuran atap yang akhirnya jatuh ke pelimbahan juga, Rio Mangkuhusodo, begitu nama sang kakek, dikenal sebagai ahli pengobat tradisional di Keraton Yogyakarta.

Kenangan yang selalu terpatri di benak Broto adalah , “Kalau pergi ke makam raja-raja di Imogiri, eyang mengajak saya mengitari makam itu. Di sekelilingnya waktu itu memang banyak tanaman obat. ’Ini lo yang namanya sambiloto, itu lo kejibeling’,” kata ayah 11 anak itu meniru ucapan sang kakek. Selain itu RioMangkuhusodo juga mengajarkan cara meramu obat tradisional.

Pengetahuan itu lebih terasa manfaatnya ketika ia di tempatkan di rumah sakit di Samarinda selesai menamatkan sekolah perawat Verpleger school  di Surabaya pada tahun 1940. Ketika itu obat-obatan sulit diperoleh. Sementara beragam penyakit mewabah seperti  malaria, disentri, dan kaki gajah. “Kalimantan kan banyak menyimpan tanaman obat dan saya gunakan untuk mengatasi kelangkaan obat modern,” ujarnya. Pemimpin rumah sakit waktu itu dr Avecelamand malah memberikan simpati terhadap langkah broto.

Rasa simpati itu antara lain diwujudkan dengan memberikan berbagai buku tanaman obat. Buku-buku itulah yang dibaca dan dipelajarinya. Dokter asal Belanda itu terus mengasah wawasan Broto dengan memberikan ” ujian lisan”. “Setiap setengah bulan saya dievaluasi. Betul nggak menyebut nama latin, kandungan, manfaat, dan ciri-ciri tanaman,” kata kakek 18 cucu itu. Bahkan pada 1941 dokter itu membawa Broto ke Belanda untuk memperdalam tanaman obat. Selama 3 bulan di negeri kincir angin itu, ia banyak berdiskusi dengan pakar botani tanaman obat.

Broto seolah ditakdirkan untuk mempelajri obat tradisional. Pada jaman penjajahan  Jepang,  pemimpin RS Samarinda dr Hirano menawarkan kepada pehobi  jalan kaki itu untuk belajar pengobatan tradisonal di singapura. Hirano mempunyai rekan dokter yang juga sinshe di negeri jiran itu. Selama Sebulan Broto yang kala itu hampir berusia 24 tahun memperdalam tanaman obat. “Ketertarikan saya terhadap obat tradisional semakin berkembang,” tuturnya.

Wawasan soal tanaman obat terus terasah setelah ia menikahi Helena. Sebab, kakek istrinya itu ternyata seorang sinshe. Broto tak menyia-nyiakan kedekatannya dengan kakek barunya. Ia terus menimba pengetahuan. Pada  1950-an Broto yantg mantan tentara itu pindah ke RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Melihat sepak terjang Broto dipengobatan tradisional, dr Leimena-menteri kesehatan waktu itu-kepincut. Ia meminta Broto bergabung dengan Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat, Departemen Kesehatan.
Alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Perawat itu kembali bertugas di Samarinda hingga pensiun pada 1976. Pensiun bukan berarti berdiam diri. Ia masih aktif mengajar akupuntur dan tanaman obat di RS Bethesda, RS Elizabeth, serta Lembaga Meditasi dan Ilmu Prana. Disamping itu beberapa tahun  beliau aktif mengasuh rubrik Obat Tradisional di Majalah TRUBUS.

Masyarakat yang berharap sembuh dari sakit juga terus dilayaninya dengan memberikan resep-resep tanaman obat. Namun Broto Sudibyo tak lupa berenang di pantai untuk mempertahankan kesegaran tubuh. “Ini anugrah Tuhan,” tuturnya lebih lanjut.

Admin rumah obat tradisioanl memiliki kesan yang mendalam terhadap Eyang Broto. Resep obat tradisional  yang ditulis beliau mudah dimengerti dan dipraktekan dan hasilnya memang luar biasa. Pengalaman selama menggunakan obat tradisional baik untuk diri sendiri maupun untuk seluruh anggota keluarga dengan menggunakan resep dari Eyang  Broto mendatangkan hasil kesembuhan yang menambah keyakinan akan keampuhan pengobatan tradisional.

Resep obat tradisional Eyang Broto, admin peroleh dari koleksi majalah trubus di rubrik pengobatan tradisioanal yang di asuh oleh Eyang Broto Sudibyo  antara tahun 2000-2002.
Selain itu Eyang Broto Sudibyo meninggalkan karya buku yang beliau tulis sendiri, antara lain:
-          -  Buku Pedoman Pengobatan Tradisional Terpadu
-          -  Ramuan Obat Tradisional (Jlid 1 dan 2)
-          -  Pemanfaatan Pekarangan Dengan Tanaman Obat dan Gizi
-         -   Ilmu Penyakit dan Pengobatannya dengan Jamu
-          -  Buku Pedoman Kader Kesehatan Desa
-         -   Pembudidayaan Tanaman Empon-emponan
-         -   Ramuan Tradisional Ala Eyang Broto, terbitan Penebar Swadaya 

Demikian sekelumit perjalanan hidup sang ahli pengobatan tradisioanal Broto Sudibyo yang mengalami  hidup di penjajahan belanda, jepang dan di masa setelah Indonesia merdeka, sehingga admin berpendapat beliau hidup di 3 jaman yang berbeda, Jika penulisan judul kurang pas mohon dimaafkan.

Dan jika Anda memerlukan obat tradisional, obat herbal alami bisa berkunjung ke Toko Herbal Keraton di sini.

Terimakasih kepada: TRUBUS 382/sept 2001



Sabtu, 10 Desember 2011

Khasiat Tanaman Obat Sembukan


Manfaat Sembukan (Paederia scandens) sebagai  obat tradisional untuk perut kembung sudah jelas. Namun, khasiat sebagi penawar racun (detoksifikasi) belum banyak yang tahu. Herba ini melindungi hati dari zat beracun seperti fosfor organik yang terdapat pada produk pertanian. Ia juga meningkatkan sel darah putih yang berkurang(Leukopenia) akibat terapi radiasi.

Tanaman Obat Sembukan mudah didapat. Ia biasa tunbuh liar di lapangan terbuka, semak belukar, atau di tebing sungai mulai ketinggian 1 – 2.100 m dpl. Herba merambat ini kerap ditanam di pagar rumah. Karena daunnya berbau busuk bila dirtemas, orang sumatra menyebutnya daun kentut, dinamakan kahitutan oleh orang sunda, atau kasembukan oleh orang jawa. Nama daerah lainnya adalah bintaos (madura), gumi siki (ternate,  ji shi teng (china),  dan di perdagangkan dengan nama chinese fevervine  herb.


Tanaman ini merupakan herba tahunan berbatang memanjat, panjang 3 – 5 meter, daun pangkal berkayu, daun tunggal, bertangkai  1-5 cm dan tersusun berhadapan. Bentuk daun bulat telur sampai lanset, pangkal bulat, ujung runcing dengan panjang 3 – 12,5 cm dan lebar 2 – 7 cm. Permukaan atas daun berambut atau gundul dengan tulang menyirip.

Bunganya majemuk, keluar dari ketiak daun atau ujung percabangan. Mahkota bunga berwarna putih, dengan tabung ungu, buah bulat, warna kuning mengkilap, diameter 4 – 6 mm. Daun bisa dimakan sebagai lalap atau disayur.

Anti Racun
Kandungan kimia herba ini, asperuloside, deasetilasperuloside, paederoside, scanderoside, asam paederosidik, dan arbutin. Ia juga mengandung gamma sitosterol, asam oleanolik dan minyak asiri.
Rasa Daun sembukan manis, asam, dan mempunyai afinitas ke meridian limpa, lambung, paru, dan hati. Faedah lain memperkuat lambung dan memperbaiki fungsi pencernaan. Ia juga mempunyai efek analgetik (menghilangkan rasa sakit), karminatif (peluruh kentut), diuretik (peluruh urin), mukolitik (peluruh dahak), stomatik (penambah nafsu makan), ekspektoran (menghentikan batuk), antipiretik (menghilangkan panas), antibiotik, anti radang, antiracun, serta melancarkan aliran darah dan aliran energi vital.

Sedangkan menurut Ir.W.P.Winarto pada bukunya "Tanaman Obat Indonesia Untuk Pengobat Herbal",Sembukan mempunyai efek farmakologi sebagai :analgesik (penghilang rasa sakit), karminatif (peluruh kentut), diuretik (peluruh kencing), penambah nafsu makan, antibiotik, anti radang, obat batuk, obat cacing, menghilangkan racun (detoksifikasi), dan peluruh dahak (mucolitik). 

Untuk pemakain sehari-hari , daun sembukan diindikasikan untuk menambah nafsu makan. Selain itu sembukan dipergunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi perut kembung, kurang gizi pada bayi akibat gangguan pencernaan, serta mengatasi nyeri akibat tersumbatnya energi vital dan aliran darah. Efek analgetiknya berkhasiat mengatasi nyeri pasca oprasi, nyeri akibat organ kandungan, nyeri syaraf, rematik, terbentur patah tulsang, keseleo, atau nyeri akibat kolik pada usus, empedu dan ginjal.

Pasien terapi penyinaran akibat kanker sebaiknya minum rebusan tanaman obat tradisional ini. Tujuannya, agar jumlah sel darah putih (leukosit) tidak menurun.

Herba ini dapat dipakai sebagai obat luar maupun dikonsumsi. Untuk obat luar, tanaman obat sembukan menyembhkan luka, borok, bisul, asbes, bekas gigitan serangga, dan ular berbisa. Caranya, cuci bersih batang dan daun segar lalu digiling halus kemudian diborehkan pada luka.

Untuk minum, ambil daun sembukan sebanyak 15 – 60 gram batang dan daun kering, kemudian direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa sekitar separuhnya. Setelah dingin disaring dan langsung di minum sekaligus. Ampasnya boleh direbus sekali lagi untuk diminum sore hari. Air rebusannya juga dapat digunakan untuk mencuci luka atau eksim. Namun minum rebusan herba ini akan menimbulkan bau yang khas pada hawa napas dan urine si pemakai.

Kegunaan lain sembukan adalah sebagai berikut:
1. Obat tradisional untuk perut kembung, kejang (kolik) kandung empedu dan pencernaan
2. Obat tradisional untuk bronkhitis, batuk (whooping cough)
3. Obat tradisional untuk rematik, luka akibat benturan, keseleo
4. Obat tradisional untuk darah putih berkurang (leukopenia) akibat radiasi
5. Obat tradisional untuk keracunaan organik

 Resep ramuan tradisional dengan menggunakan daun sembung adalah :
 Sembukan 15-60 gram batang dan daun kering direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa sekitar 1 1/2 gelas. Angkat dan saring.
Aturan pakai :
Minum rebusan ramuan 3 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.

Demikian informasi yang dapat di bagi oleh "rumah obat tradisional" tentang tanaman obat sembukan, semoga bermanfaat.
Jika Anda memerlukan obat tradisional, tanaman obat tepung atau simplisia bisa berkunjung di toko herbal keraton di sini.


 Terima kasih untuk:
-  dr. Setiawan Dalimartha, staf Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (SP3T) DKI Jakarta pada TRUBUS 385/12/2001 
- Ir.W.P. Winarto, Tanaman Obat Indonesia Untuk Pengobat Herbal jilid 2
- Gambar dari http://swastikaayu.multiply.com/photos/photo/50/27