Tampilkan postingan dengan label Diare. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diare. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Maret 2013

Tanaman Obat : UBI KAYU

Tanaman Obat

UBI KAYU
(Manihot esculenta, Crautz.)

Nama Lokal :
Kasapen, sampeu, kowi dangdeur (Sunda); ubi kayu, singkong, ketela pohon (Indonesia); pohon, bodin, ketela bodin, tela jendral, tela kaspo (Jawa).
Uraian :
Ubi kayu termasuk tumbuhan berbatang pohon lunak atau mudah patah. Ubi kayu berbatang bulat dan bergerigi yang terjadi dari bekas pangkal tangkai daun, bagian tengahnya bergabus dan termasuk tumbuhan yang tinggi. Ubi kayu bisa mencapai ketinggian 1-4 meter. Pemeliharaannya mudah dan produktif. Ubi kayu dapat tumbuh subur di daerah yang berketinggian 1200 meter dpl. Daun ubi kayu memiliki tangkai panjang dan helaian daunnya menyerupai telapak tangan, dan tiap tangkai mempunyai daun sekitar 3-8 lembar. Tangkai daun tersebut berwarna kuning, hijau atau merah.
Khasiat untuk kesehatan :
Rematik, demam, sakit kepala, diare, cacingan, mata kabur, nafsu makan, luka bernanah, luka baru kena panas.
Komposisi :
Kandungan kimia (per 100 gr ) antara lain: kalori 146 ka1, protein 1,2 gr, lemak 0,3 gr, hidrat arang 34,7 gr, kalsium 33 mg, fosfor 40 mg, zat besi 0,7 mg. Buah ubi kayu mengandung (per 100 gr) : vitamin B1 0,06 mg, vitamin C 30 mg, dan 75 % bagian buah dapat dimakan. Daun ubi kayu mengandung ( per 100 gr ) : vitamin A 11000 SI, vitamin C 275 mg, vitamin B1 0,12 mg, kalsium 165 mg, kalori 73 kal, fosfor 54 mg, protein 6,8 gr, lemak 1,2 gr, hidrat arang 13 gr, zat besi 2 mg, dan 87 % bagian daun dapat dimakan. Kulit batang ubi kayu mengandung tanin, enzim peroksidase, glikosida dan kalsium oksalat.

Jumat, 11 Januari 2013

Tanaman Obat : SOSOR BEBEK

Tanaman Obat

SOSOR BEBEK
(Kalanchoe pinnata (Lam.) Per.)
Gambar : Tanaman Sosor Bebek/ Cocor Bebek

Nama Lokal :
Buntiris, jampe, jukut kawasa, tere, ceker itik (Sunda); suru bebek, sosor bebek, teres, tuju dengen (Jawa); didingin beueu (Aceh); mamala (Halmahera); rau kufiri (Ternate); kabi-kabi (Tidore); dau ancar bebek, daun ghemet (Madura).
Uraian :
Tanaman ini merupakan terna tahunan yang berasal dari Madagaskar, tersebar di daerah tropik. Tinggi sekitar 1 meter dan biasanya dipelihara di pekarangan rumah atau tumbuh liar di tepi jurang, pinggir jalan dan tempat-tempat yang tanahnya berbatu-batu, daerah panas dan kering. Tumbuh sampai ± 1.000 meter dpl. Terna berbatang basah, daun tebal pinggir beringgit, banyak mengandung air, bentuk daunnya lonjong atau bundar,panjang, panjang 5-20 cm, lebar 2,5-15 cm, ujung daun tumpul, pangkal membundar, permukaan daun gundul, warna hijau sampai hijau keabu-abuan.
Khasiat untuk kesehatan untuk mengobati sakit :
Bisul, koreng, pembengkakan payudara, memar, tulang patah, rematik, wasir, buang air kecil kurang lancar, datang haid tidak teratur, diare, peluruh dahak, penurun panas, radang amandel, radang telinga tengah, batuk darah, muntah darah, luka berdarah, terbakar dan tersiram air panas.
Komposisi :
Kandungan kimia : zat asam lemon, zat asam apel, vitamin C, quercetin-3-diarabinoside, kaempferol-3-glucoside. 

Minggu, 08 Mei 2011

Obat Tradisional Diare

Diare ditandai dengan keluarnya feses yang sangat encer lebih dari biasanya dalam sehari  berlangsung terus-menerus disertai dengan mules dan kadang muntah.
Diare dapat disebabkan oleh masuknya bakteri atau virus yang menyebabkan infeksi/peradangan pada usus.Bisa juga karena keracunan makanan atau minuman,tidak tahan makanan pedas atau makanan sudah basi.
Diare akan menyebabkan keluarnya cairan tubuh yang berlebihan, sehingga tubuh dalam keadaan kekurangan cairan atau dehidrasi.Untuk itu penderita harus segera diberi cairan tambahan berupa oralit atau larutan campuran gula dan garam.

Perawatan:
1. Jaga selalu kebersihan makanan dan minuman.
2. Banyak minum dan makan makanan yang lembut.
Obat tradisional diare yang sering digunakan adalah daun jambu biji yang dikombinasikan dengan kunyit.

Resep obat tradisional diare yang bisa digunakan adalah sebagai berikut: 
Bahan:
Kunyit sebesar telur ayam.................. 1 biji (kering -+ 11 gr)
Daun jambu biji (ambil no 4 dr atas)... 10 lembar
Lampuyang emprit............................. 1 jari tangan (kering -+ 9 gr)

Cara meramu:
Cuci semua bahan, iris tipis kunyit dan lampuyang.Rebus dengan air 4 gelas hingga tersisa 3 gelas.Angkat dan saring.

Aturan pakai:
Minum ramuan obat tradisional diare dengan dosis sebagai berikut.
- Anak umur 1-3 tahun, minum 4 x sehari @ 1sendok makan.
- Anak umur 4-5 tahun, 4 x sehari @ 1 1 1/2 sendok makan.
- Anak umur 6-8 tahun, 4 x sehari @ 5 sendok makan.
- Anak umur 9-12 tahun, 4 x sehari @ 1/4 gelas
-  Dewasa, 4 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.

Peringatan:
Anak umur kurang dari 1 tahun jangan diberi ramuan ini, cukup diberi air teh yang kental.
Caranya, teh sebanyak 1 sendok teh diseduh air panas sebanyak 1 gelas lalu ditutup rapat,setelah dingin disaring.
Bayi umur 6-11 bulan diberi teh tersebut sebanyak 1 sendok teh, diminum 3 kali sehari.Untuk mengurangi rasa sakit, oleskan ramuan minyak kelapa 1 sendok makan dicampur 3 tetes minyak kayu putih dan dioleskan di perut bayi.

Catatan:
Untuk membuat ramuan konsumsi satu hari, bahan di atas cukup di bagi dua saja. Menurut hemat saya ramuan resep obat tradisional diare anak dan dewasa di atas sangat manjur.Saya sering menggunakan obat tradisional diare anak dan dewaa ini untuk mengobati diare pada keluarga kami,termasuk pada anak kami yang sejak umur 1 tahun sampai sekarang ketika tulisan ini diposting berumur 4 tahun sudah sering menggunakan obat diare tradisional ini.Pengalaman saya 3 kali minum diaere sudah mampet, minum ramuan dilanjutkan minimal 2 hari atau bisa 3 hari tergantung kondisi anak.Diikuti dengan pantangan tidak boleh makan  makanan yang pedas,tidak boleh minum susu atau makanan yang mengandung susu, kebersihan selalu dijaga, beri makanan yang lunak dilunak dulu.
Untuk menyiasati rasa ramuan yang sepet pahit, saya tambahkan sedikit madu ketika akan diminum oleh anak.
Demikian tulisan kali, semoga bermanfaat.